MENGAPA?
Ibu..
Ternyata ada yang lebih gendut dariku
Ia mengembang begitu sempurna
Sewaktu menunggu, bukan hanya kuenya saja yang mengembang
Tetapi juga harapanku atas rasa, bentuk
Dan kenikmatan saat aku mencicipnya
Sederhana tampaknya, tapi berhasil menyita waktu bermainku
Semuanya ku tinggalkan dan berserakan tidak rapi
Karena tidak ada yang wajib ku lakukan
Selain menunggu sembari melihat
Apakah suhu dan waktunya pas?
Ah, kue ini terlalu menguji kesabaranku
Tapi lihatlah! Kuenya sudah matang
Jika kuenya panas, mengapa tidak kau tiup
untuk mendinginkannya?
Tidak, Ibu
Aku ingin menikmatinya sekarang!!
Ibu, tolong jangan paksa aku untuk bersabar
Mengapa harus menunda untuk memakannya?
Dan mengapa harus menunggu dingin untuk bisa memakannya?
Bukankah kita sudah menghabiskan banyak waktu untuk membuatnya?
Lalu mengapa harus menghabiskan waktu untuk menunggu lagi?
Untuk mencampur, mengaduk, mengoven
Kurasa tidak terlalu lama tetapi bagiku itu terasa lama
Mengapa?
Karena aku ingin segera melahapnya habis
Tidak ada waktu lagi untuk menunggu, Ibu
Segera potong kuenya!
Ku mohon.. izinkan kue itu memenuhi mulutku
Akan ku buka mulutku lebar-lebar
Agar muat sepotong dari tangan ibu
Dan aku tidak perlu waktu lama untuk mengunyahnya
Karena itu sangat lembut di mulutku, Ibu
Ibu, ku kira kuenya manis sepertiku dan lembut
seperti ibu
Semoga hari ini cerah, ya
Seperti warna kue kita
Ternyata ada yang lebih gendut dariku
Ia mengembang begitu sempurna
Sewaktu menunggu, bukan hanya kuenya saja yang mengembang
Tetapi juga harapanku atas rasa, bentuk
Dan kenikmatan saat aku mencicipnya
Sederhana tampaknya, tapi berhasil menyita waktu bermainku
Semuanya ku tinggalkan dan berserakan tidak rapi
Karena tidak ada yang wajib ku lakukan
Selain menunggu sembari melihat
Apakah suhu dan waktunya pas?
Ah, kue ini terlalu menguji kesabaranku
Tapi lihatlah! Kuenya sudah matang
Tidak, Ibu
Aku ingin menikmatinya sekarang!!
Ibu, tolong jangan paksa aku untuk bersabar
Mengapa harus menunda untuk memakannya?
Dan mengapa harus menunggu dingin untuk bisa memakannya?
Bukankah kita sudah menghabiskan banyak waktu untuk membuatnya?
Lalu mengapa harus menghabiskan waktu untuk menunggu lagi?
Untuk mencampur, mengaduk, mengoven
Kurasa tidak terlalu lama tetapi bagiku itu terasa lama
Mengapa?
Karena aku ingin segera melahapnya habis
Segera potong kuenya!
Ku mohon.. izinkan kue itu memenuhi mulutku
Akan ku buka mulutku lebar-lebar
Agar muat sepotong dari tangan ibu
Dan aku tidak perlu waktu lama untuk mengunyahnya
Karena itu sangat lembut di mulutku, Ibu
Semoga hari ini cerah, ya
Seperti warna kue kita
0 Response to "MENGAPA?"
Posting Komentar